Senin, 26 Oktober 2009

PROPOSAL PERINGATAN 60 TAHUN PERUNDINGAN LINGGAJATI

A. DASAR PEMIKIRAN

Perundingan Linggajati, 10 – 15 November 1946, merupakan salah satu tonggak sejarah utama dan pertama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia melalui jalur diplomasi. Meski Kemerdekaan Indonesia telah diproklamirkan Soekarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, namun baru pada Perundingan Linggajati lah Kerajaan Belanda – yang sebenarnya masih ingin kembali menjajah Indonesia – bersedia mengakui secara de facto eksistensi Republik Indonesia. Dengan demikian baru setelah Perundingan Linggajati itulah keberadaan Republik Indonesia diakui oleh komunitas Internasional dan namanya tercantum dalam peta politik dunia.

Bahwa hubungan antara Indonesia Belanda telah dipengaruhi pengalaman masa lalu yang tidak pernah bisa dihapuskan. Keduanya telah bersama-sama selama ratusan tahun dalam posisi Supra Ordinasi dan Sub Ordinasi hubungan itu berubah melalui Perundingan Linggajati November 1946 di Kuningan Jawa Barat, yang menghasilkan draft pengakuan terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, dan karenanya hubungan keduanya menjadi hubungan dua negara yang merdeka

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa historis itu. Antara lain tentang pentingnya usaha diplomasi dan dialog guna menyelesaikan konflik antar bangsa, betapapun besarnya tantangan dan rintangan yang menghadang. Pelajaran lain adalah tentang kepemimpinan bangsa yang tak saja memerlukan kecerdasan, kekuatan, dan keuletan, tapi juga kearifan seorang negarawan sejati. Karakter, sikap, dan semangat inilah yang telah dicontohkan oleh tokoh – tokoh kunci perundingan tersebut, bukan saja tokoh-tokoh dari pihak Indonesia, tapi juga Belanda maupun Inggris yang memainkan peran sebagai penengah.

Perundingan Linggajati telah menjadi tonggak penting baik dalam sejarah Indonesia maupun Belanda. Dari pengalaman masalah lampau itulah kita dapat menarik pelajaran berharga mengenai bagaimana menumbuhkan saling menghargai dan menghormati kemerdekaan bangsa dan kedaulatannya. Dengan bekal pengalaman masa lampau itu pula kita dapat mempererat kerjasama antar kedua bangsa dan negara dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

Linggajati kini telah menjadi situs sejarah. Sebagai bukti sejarah, situs Linggajati perlu dipelihara agar menjadi ingatan kolektif bangsa: Indonesia dan Belanda. Melalui tempat bersejarah seperti Linggajati ini, kita dapat mengajak generasi muda untuk belajar dari sejarah. Selain guna sejarah yang bersifat edukatif, masa lampau juga dapat memberikan guna inspiratif. Akan tetapi dengan kondisi yang masih memprihatinkan seperti sekarang, tempat bersejrah ini kiranya perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Kini Perundingan

Linggajati sudah memasuki usianya yang ke 60 tahun, maka kami memandang perlu peristiwa yang sangat monumental itu untuk diperingati guna melestarikan nilai-nilai sejarah dan menumbuhkan nilai-nilai semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

B. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN

Adapun maksud dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

1. Merekontruksi tentang pemahaman serta peristiwa Perundingan Linggajati.

2. Membangun semangat nilai-nilai Nasionalisme dan mengambil hikmah dari peristiwa Perundingan Linggajati.

3. Membangun inisiatif serta partisipatif masyarakat guna mempelajari sejarah dan ikut melestarikan nilai-nilai luhur peristiwa Perundingan Linggajati.

Adapun tujuan dari Peringatan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memanfaatkan perundingan Linggajati sebagai event Nasional/ Internasional guna membentuk sikap patriotic serta menumbuhkan nilai-nilai Nasionalisme bagi bangsa Indonesia.

2. Meningkatkan hubungan bilateral Indonesia – Belanda yang harmonis dalam suasana kesamaan sejarah masa lalu dan kesejajaran sebagai dua Negara merdeka dan berdaulat.

3. Mengangkat posisi strategis Kabupaten Kuningan sebagai obyek Wisata Sejarah Diplomasi pada tingkat Nasional maupun Internasonal

C. TEMA KEGIATAN

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Dengan Peringatan 60 tahun Perundingan Linggajati Merefleksi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan untuk diwarisi generasi penerus cita-cita Bangsa”.

Sub Tema : “Dengan Peringatan 60 tahun Perundingan Linggajati kita wujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Wisata Sejarah Diplomasi Indonesia”.

D. BENTUK KEGIATAN

Bentuk kegiatan dalam rangka memperingati perundingan tersebut diatas dinamakan “Peringatan 60 tahun Perundingan Linggajati” dengan bentuk kegiatan sebagai berikut :

1. Seminar tentang “Reaktualisasi Bidang Diplomasi dalam Perjuangan Bangsa Indonesia

a. Pembicara :

1) Menteri Luar Negeri Negara RI

2) Mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia,

Prof. Dr. H. Ali Alatas

3) Duta Besar Belanda

4) Duta Besar Inggris

5) Pakar Diplomasi UI dan UNPAD, Gajah Mada

6) Pakar Sejarah UI, UNPAD, Gajah Mada

b. Peserta

Peserta berjulah lebih kurang 200 orang, yang terdiri dari :

1) Dosen Hubungan Internasional berbagai Universitas Negeri

2) Perwakilan negara sahabat

3) Para Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional

4) Sejarawan dan umum yang terpilih

5) LSM FINED, Yayasan Teman-temanLinggajati (YTL)

6) Guru-guru PPKN wilayah III Priangan dan Cirebon

2. Pameran dan Atraksi Budaya Indonesia, dalam Format Pergelaran Sendratari dan Angklung yang akan diikuti oleh peserta perwakilan Kabupaten/ Kota se-Jawa Barat

3. Upacara Peringatan 60 Tahun Perundingan Linggajati oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono

a. Peserta

1). Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu

2) Para Duta Besar Negara Sahabat

3) Ketua dan Anggota DPR RI

4) Para Gubernur dan Bupati / Walikota seluruh Indonesia

5) Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota se Jawa Barat

6) Para Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi, Kabupaten / Kota seluruh Indonesia

7) Rektor Universitas Negeri se-Jawa Bali

8) Camat se-Wilayah III Cirebon

9) Kades Pilihan

10) LSM, ORMAS, dan Partai Politik dan lain-lain

E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : 11 – 12 Nopember 2006

W a k t u : Pukul 09.00 WIB s.d. selesai

T e m p a t : 1. Gedung Perundingan Linggajati

2. Grage Sangkan Hotel

F. SUSUNAN PANITIA

Sebagaimana terlampir

G. JADUAL KEGIATAN

Sebagaimana terlampir

Demikian usulan Proposal ini kami sampaikan atas segala perhatiannya kami haturkan terima kasih.


BUPATI KUNINGAN

H. AANG HAMID SUGANDA